Mesir Bergejolak

Dalam minggu terakhir bulan Januari 2011, Mesir diguncang aksi demo keras yang semakin meluas. Gerakan diawali oleh para aktivis yang mengajak rakyat Mesir untuk melakukan gerakan bersama melawan kemiskinan, pengangguran, korupsi pemerintah, dan kekuasaan Presiden Husni Mubarak. Demonstran mendesak Mubarak mengakhiri kekuasaannya yang telah berlangsung 30 tahun, menuntut mundur Perdana Menteri Ahmed Nazif, serta menuntut pembubaran parlemen dan pembentukan pemerintah bersatu.

Saat ini negeri Mesir dihadapkan pada berbagai persoalan yang sangat kompleks dan saling jalin – menjalin satu dengan yang lainnya dibawah kepemimpinan sekuler presiden Husni Mubarak. Oleh karena itu wajar bila masyarakat sebagai elemen utama menginginkan adanya suatu perubahan di negeri tersebut. Perubahan dari terpuruk menjadi bangkit, serta dari keadaan yang serba kacau menjadi keadaan yang serba teratur.

Diantara masyarakat yang menginginkan kebangkitan tersebut ada yang berpendapat bahwa kita harus mereformasi total negeri mesir. Ada juga yang berpendapat bahwa kita harus berevolusi total. Bahkan yang masih bingung menentukan jalan perubahan pun juga masih ada, walaupun mereka menginginkan suatu perubahan segera terjadi.

Permasalahannya muncul ketika mereka ditanya tentang reformasi ataupun revolusi. Tak jarang dari mereka yang menjawab makna reformasi ditukar dengan makna revolusi dan sebaliknya. Bahkan tak jarang juga yang malah kebingungan ketika ditanya tentang reformasi dan revolusi tersebut. Tetapi yang penting adalah mereka punya semangat untuk berubah dan mengubah, hanya saja belum tahu betul kemana harus berubah dan melalui jalan apa.

Mesir Pasca-mundurnya Mubarak

Presiden Mesir Hosni Mubarak akhirnya tidak mampu bertahan menghadapi tekanan dari rakyat untuk mundur dari kursi kekuasaan. Tidak sampai 24 jam setelah menyatakan untuk tetap bertahan, kemarin, Mubarak akhirnya meletakkan jabatan yang sudah 30 tahun ia genggam.

Mubarak memang tidak mengumumkan sendiri pengunduran dirinya sebagai Presiden. Ia meminta Wakil Presiden Omar Sulaeman untuk menyatakan bahwa dirinya mundur dari jabatannya dan selanjutnya tampuk pimpinan pemerintahan diberikan kepada Dewan Jenderal Mesir.

Rakyat Mesir sudah berhasil melakukan revolusi. Semoga revolusi tidak terus bergulir tanpa henti. Akhirnya revolusi harus menghasilkan penataan kehidupan bernegara yang lebih baik dan setelah mundurnya Mubarak semua harus kembali kepada tugas dan tanggung jawabnya untuk membangun terus Mesir.


Iklan